I Hate Flying…

About Life

You read that right. I actually hate riding on airplane.. because of one particular reason. No, it’s not turbulence or the possibility to be hijacked. It’s because of Airplane Headache

Waktu itu pertama kalinya saya naik pesawat, sekitar tahun 2010. Tiba-tiba kepala saya sakit luar biasa. Rasanya seperti tiba-tiba tertusuk, tepatnya di area pelipis kanan. Saya agak panik karena sakit banget, mata saya sampai berair πŸ™

But then it disappeared. Sakitnya tiba-tiba hilang ketika pesawat semakin mendekati daratan. Anehnya saat penerbangan pulang, saya gak merasakan sakit apapun.

Penasaran, saya pun tanya mbah Google. Dari hasil googling, ternyata saya punya yang namanya Airplane Headache. Kalau dari sebuah jurnal yang saya baca, ini penjelasannya:

Airplane headache (AH) is a headache that occurs during take-off and landing. The pain is described as severe, unilateral, and located in the fronto-orbital region.

Si AH ini sepertinya disebabkan karena perbedaan tekanan di luar dan di dalam rongga sinus. Dari hasil survey, yang punya gejala AH cukup jarang ditemukan. Wah, saya termasuk yang ‘beruntung’ dong…

Biasanya saya merasakan AH ketika pesawat mulai turun dari ketinggian, kemudian sakitnya langsung hilang beberapa saat sebelum landing. Kadang setelahnya saya masih agak pusing, mungkin itu after-taste nya.

Sampai sekarang pun saya masih suka merasakan AH. Kalau sudah sakit begitu, saya cuma bisa tahan saja.. karena sebetulnya sakitnya sebentar (eventho it feels like forever).

Untuk saya yang punya hobi traveling, AH jelas mengganggu… belum lagi pekerjaan saya sekarang juga bikin saya cukup sering naik pesawat.

Menyebalkan memang… But well, for more exciting journeysΒ I can always endure it…

img_3009
And for more view like this, I can endure the pain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *